Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 April 2010

PUTSAL

Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan.
 

Futsal turut juga dikenali dengan berbagai nama lain. Istilah "futsal" adalah istilah internasionalnya, berasal dari kata Spanyol atau Portugis, football dan sala.

Sejarah PUTSAL

Futsal diciptakan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.

Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984.

Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.

Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California. Futsal The Rule of The Game.

Peraturan

 
Lapangan permainan
Ukuran: panjang 25-42 m x lebar 15-25 m
Garis batas: garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; 3 m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
Daerah penalti: busur berukuran 6 m dari setiap pos
Garis penalti: 6 m dari titik tengah garis gawang
Garis penalti kedua: 12 m dari titik tengah garis gawang
Zona pergantian: daerah 6 m (3 m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m
Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif


Bola :
Ukuran: 4 cm
Keliling: 62-64 cm
Berat: 390-430 gram
Lambungan: 55-65 cm pada pantulan pertama
Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (yaitu, tak berbahaya)


Jumlah pemain (per tim)
Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah satunya penjaga gawang
Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2
Jumlah pemain cadangan maksimal: 7
Jumlah wasit: 1
Jumlah hakim garis: 2
Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas
Metode pergantian: "pergantian melayang" (semua pemain kecuali penjaga gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja; pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan dengan persetujuan wasit)


Perlengkapan pemain
Kaos bernomor
Celana pendek
Kaos kaki
Pelindung lutut
Alas kaki bersolkan karet

Lama permainan


Lama normal: 2x20 menit
Lama istiharat: 10 menit
Lama perpanjangan waktu: 2x10 menit
Adu penalti jika jumlah gol kedua tim seri saat perpanjangan waktu selesai
Time-out: 1 per tim per babak; tak ada dalam waktu tambahan
Waktu pergantian babak: maksimal 10 menit


Kejuaraan futsal terkemuka

Piala Dunia Futsal FIFA
1989 (di Rotterdam, Belanda): dimenangkan Brasil
1992 (di Hong Kong): dimenangkan Brasil
1996 (di Barcelona, Spanyol): dimenangkan Brasil
2000 (di Guatemala): dimenangkan Spanyol
2004 (di Taiwan): dimenangkan Spanyol.
2008 (di Brasil): dimenangkan Brasil.

Piala Dunia Futsal AMF
1982 (di Sao Paulo, Brazil): dimenangkan Brazil
1985 (di Madrid, Spanyol): dimenangkan Brazil
1988 (di Melbourne, Australia): dimenangkan Paraguay
1991 (di Milan, Italia): dimenangkan Portugal
1994 (di Argentina): dimenangkan Argentina
1997 (di Meksiko): dimenangkan Venezuela
2000 (di La Paz, Bolivia): dimenangkan Kolombia
2003 (di Paraguay): dimenangkan Paraguay.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Futsal 


Liga Futsal Indonesia

Liga Futsal Nasional Indonesia: Liga Futsal Profesional di Indonesia

Situs web Planet Futsal Indonesia - Sarana bermain Futsal di Indonesia

Sejarah Patung Liberty

Sejarah Patung Liberty




Patung Liberty Monumen Nasional telah berdiri dengan bangga di New York Harbor selama hampir 120 tahun (ulang tahun resmi 120-nya akan pada tanggal 28 Oktober 2006).

Patung ini merupakan hadiah kepada rakyat Amerika Serikat dari orang-orang Perancis sebagai pengakuan dari persahabatan yang didirikan selama Revolusi Amerika. Selama 120 tahun terakhir, Patung Liberty telah menjadi sebuah simbol yang diakui secara internasional kebebasan dan demokrasi.

Membuat Miss Liberty
Patung Liberty, yang dikenal secara resmi sebagai "Liberty Enlightening the World " atau dalam bahasa indonesia "Liberty mencerahkan Dunia," dirancang oleh pematung Perancis Frederic Auguste Bartholdi dan didanai sepenuhnya melalui sumbangan dari rakyat Prancis.

Setelah selesai Bartholdi desain dalam miniatur, patung itu sendiri diciptakan dengan menggunakan cetakan kayu, shell tembaga, dan struktur besi yang dirancang oleh Gustave Eiffel, yang kemudian membangun Menara Eiffel.

Pada tanggal 4 Juli 1884, 151 kaki tinggi, 225 ton Patung Liberty disampaikan kepada Duta Besar Amerika di Paris. Untuk transportasi Lady Liberty ke New York, patung itu dibongkar menjadi 300 buah dan dikemas ke dalam 214 krat kayu.

Puting Patung Liberty di Pedestal
Sayangnya, kurangnya dana di Amerika Serikat menunda pembangunan alas. upaya penggalangan dana terhenti sampai Joseph Pulitzer, penerbit dari "" surat kabar Dunia dan dicatat untuk Penghargaan Pulitzer, memutuskan untuk menggunakan surat kabar untuk mendorong Amerika untuk donasi. Patung akhirnya kembali berkumpul di alas baru dan didedikasikan pada tanggal 28 Oktober 1886.

Miss Liberty Pengukuran
Patung Liberty adalah lebih dari 305 meter dari tanah ke ujung obor nya. Ada 354 langkah-langkah di dalam patung dan yang alas dan 25 jendela melihat di mahkota.

Ada tujuh sinar pada mahkota Liberty, melambangkan tujuh samudra dan tujuh benua. Miss Liberty memegang tablet di tangan kirinya yang bertuliskan "4 Juli 1776" (dalam angka Romawi).

Restorasi Patung Liberty
Pada tahun 1984, PBB yang ditunjuk Patung Liberty sebagai Situs Warisan Dunia dan upaya restorasi besar-besaran dimulai. Pada tanggal 5 Juli 1986 baru dikembalikan Patung kembali dibuka untuk umum selama Liberty Weekend, yang merayakan seratus tahun nya.

Patung Liberty ditutup setelah tragedi 11 September 2001 dan tidak membuka kembali sampai Agustus 3 Desember 2004.

The New Colossus
Sebuah soneta oleh penyair Emma Lazarus sudah tertulis dalam perunggu di dasar Patung Liberty. The soneta, berjudul "The New Colossus", berbunyi:
Tidak seperti kuningan raksasa ketenaran Yunani
Dengan menaklukkan kaki mengangkang dari tanah ke tanah;
Di sini, di laut kami-dicuci, gerbang matahari terbenam akan berdiri
Seorang wanita besar dengan obor, yang nyala
Apakah petir dipenjarakan, dan namanya
Bunda Halaman berikutnya. Dari tangan suar nya
Bersinar di seluruh dunia menyambut; perintah ringan matanya
Pelabuhan udara yang dijembatani bingkai kota kembar,
"Terus, tanah kuno, kemegahan bertingkat Anda!" ia menangis
Dengan bibir diam. "Beri aku lelah Anda, Anda miskin,
Anda meringkuk kerinduan massa untuk bernapas bebas,
Sampah celaka pantai penuh sesak Anda,
Kirim ini, mereka yang tuna wisma prahara-melemparkan kepada saya,
Aku mengangkat lampu saya di samping pintu emas! "



Liberty Enlightening the World, lebih dikenal dengan nama Statue of Liberty atau Patung Liberty dalam bahasa Indonesia, adalah suatu patung berukuran raksasa yang terletak di Pulau Liberty, di muara Sungai Hudson di New York Harbor, Amerika Serikat. Patung ini dihadiahkan Perancis untuk Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 dan merupakan suatu simbol selamat datang untuk pengunjung, imigran dan orang Amerika yang kembali.

Patung perunggu yang diberikan pada tanggal 28 Oktober 1886 ini merupakan hadiah seratus tahun kemerdekaan Amerika Serikat dan merupakan ungkapan persahabatan antara kedua negara. Pemahat patung adalah Frederic Auguste Bartholdi, dan Gustave Eiffel (desainer Menara Eiffel) merancang struktur penyangga dalamnya. Patung Liberty adalah salah satu lambang AS yang paling terkenal di seluruh dunia, dan melambangkan kemerdekaan dan kebebasan dari tekanan.

Patung liberty merupakan kebanggaan dan simbol Kota New York dan faktanya patung liberty bukan dibuat di New York. Patung tersebut, yang ternyata di desain oleh pemahat Prancis, Frederic-Auguste Bartholdi pertama kali dibangun dan disusun di Prancis pada tahun 1874. Patung Dewi Kemerdekaan tersebut dipersembahkan oleh rakyat Prancis kepada rakyat Amerika, sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan Amerika yang ke-100.

Setelah selesai dibuat di Prancis, patung tersebut dibongkar, dan dikemas dalam 200 muatan besar untuk dikirim ke Amerika. Patung Liberty selanjutnya disusun kembali di Bedloe’s Island di mulut pelabuhan Kota New York. Sedemikian lama proses pengepakan ini, hingga patung Liberty baru bisa diresmikan pada tanggal 28 Oktober 1886, sepuluh tahun setelah HUT kemerdekaan Amerika yang ke-100. Dengantinggi 46 meter dan berat 204 ton, Patung Liberty berdiri diatas landasan setinggi 46 meter. Bagian dalamnya diisi oleh rangka baja, sementara bagian luarnya dibuat dari plat tembaga. Rangka baja patung Liberty, dibuat dan dirancang oleh Gustave Eiffel, orang yang juga merancang dan membangun Menara Eiffel.

Minggu, 24 Januari 2010

Fir'aun




Firaun adalah gelar dimana dalam diskusi dunia modern digunakan untuk seluruh penguasa Mesir kuno dari semua periode. Dahulu, gelar ini mulai digunakan untuk penguasa yang merupakan pemimpin keagamaan dan politik kesatuan Mesir kuno, hanya selama Kerajaan Baru, secara spesifik, selama pertengahan dinasti kedelapanbelas. Untuk simplifikasi, terdapat kesepakatan umum diantara penulis modern untuk menggunakan istilah ini untuk merujuk penguasa Mesir semua periode.


Etimologi

Firaun diyakini berasal dari kata Pharao. Sedangkan kata firaun dalam bahasa Indonesia adalah bentuk dalam bahasa Arab dari kata ini. Akhirnya kata ini berasal dari bahasa Mesir Pr-Aa yang artinya adalah "Rumah Besar". Pertama-pertama ini adalah istilah untuk istana kerajaan, tetapi lama-lama artinya adalah penghuni istana ini, yaitu sang raja.



Gelar firaun

Asal mula gelar firaun terjadi pada masa awal-awal perkembangan masyarakat lembah Sungai Nil yang sangat subur yang bercorak pertanian. Untuk pengairan, masyarakat mesir kuno pada awalnya mengandalkan musim banjir dan kemudian dilengkapi dengan irigasi teknis pada masa-masa berikutnya. Karena tanah dan batas-batas tanah sangat penting dalam struktur masyarakat mesir kuno saat itu, maka diangkatlah tokoh masyarakat yagn dihormati untuk mengatur batas-batas tanah dan segala hal yang menyangkut tata kehidupan masyarakat. Tetua masyarakat itu diberi gelar 'pharao (firaun) yang karena berkembangnya sistem kemasyarakatan dan negara, Pharao ini diangkat menjadi raja dimana pada masa itu sebagai pimpinan negara dan pimpinan keagamaan.


Pada awal perkembangannya, masyarakat Mesir kuno terbagi atas Mesir hulu dan Mesir hilir yang memiliki firaun dan lambang mahkota sendiri sendiri. Raja Menes dari Thebes akhirnya menyatukan kedua daerah menjadi satu kesatuan kekuasaan. Mahkota yang digunakan adalah mahkota rangkap.

Sumber : Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

 
 
Masyarakat Madani di Kota Manusiawi
Fir’aun Wanita di KARNAK

Sebuah prasasti menyapa pengunjung,”Hei, kalian yang melihat monumenku kelak dan komentar,’Aku tak tahu kenapa ia membuat ini’. Kulakukan ini sebagai hadiah untuk ayahku, Amun, menghiasi dengan keindahan.” Tulisan hieroglif ini tertera pada granit pink obelisk seberat 320 ton yang menjulang 29, 6 meter, tertinggi kedua di dunia setelah obelisk Roma. Terlihat sejauh 80 km, sampai Aswan, ratusan mil selatan Karnak. Dibuat oleh Hatshepsut, firaun perempuan yang paling berhasil dan paling lama memerintah di Mesir, untuk dewa Amun.



Ya, hanya selisih 1,1 meter dengan yang di Italia. Itu pun disembunyikan 2/3-nya dengan tembok tinggi yang mengitarinya. Daripada merobohkan dan menyingkirkan obelisk sebesar itu, lebih murah dan lebih mudah menutupinya dengan tembok, pikir fir’aun penggantinya. Betapa takutnya kaum pria jika lawan jenisnya yang gemulai ini bertahta di singgasana. Mengusik superioritasnya yang sudah berurat akar. Hatshepsut wafat misterius. Nama dan ingatan tentangnya dihapus sebisanya. Terkadang Hatshepsut digambarkan sebagai pria. Pantas, keberadaan fir’aun perempuan tak banyak yang tahu.


Ayah Hatshepsut, Thutmosis I ( masa pemerintahan 1504 – 1492 SM ), juga punya obelisk di kuil ini. Setinggi 21, 3 meter, seberat 143 ton. Selama berabad-abad, selang masa Tuthmosis I dan Ramses VI, para raja silih berganti merusak dan membongkar deretan obelisk di Karnak. Untung, obelisk ini tak tersentuh.

Memang terjadi bongkar pasang selama 2000 tahun, sejak kuil Amun di dirikan. Para fir’aun seperti tak mau kalah dengan para pendahulunya, memamerkan kejayaannya. Bahkan saudara Iskandar Agung, Philip Arrhidaeus ( 323-316 SM ), raja Makedonia, punya jejak ingatan di bagian tertua dan tersuci kuil. Sebelumnya, bagian tsb dibangun oleh Thutmosis III ( 1479-1425 SM ). Di luar kuil, gerbang Hathshepsut dan Thutmosis dari batu kapur dikanibal Amenhotep II, dilanjutkan Seti I. Obelisk Hatshepsut yang semula dua, tinggal satu.

FIR’AUN WANITA

 

Mesir dari dulu hingga sekarang adalah masyarakat didominasi pria. Namun, Hatshepsut bisa mendobrak tabu itu, disusul Cleopatra VII ( atau Cleopatra ). Ratu cantik jelita dari dinasti akhir Yunani. Peran lain yang tak kalah penting dalam peradaban Mesir kuno, yaitu posisi istri dewa Amun ( Hemet Netjer nt Imen ), sampai invasi Persia saat dinasti 26, periode akhir Mesir. Istri dewa Amun dianggap menitis ke bumi sebagai dewi. Posisi ini diberkati dengan kepemilikan sendiri, sejumlah staf dan musisi untuk mengkultuskan Amun dalam serangkaian ritual rutin. Sebagai pendeta ketua pemujaan Amun di Thebes, istri dewa memberi wejangan pada para pendukungnya. Sedangkan posisi tangan dewa, dipegang putri pendeta tinggi Amun, sampai masa pemerintahan Hatshepsut ( 1473 – 1458 ).

Sejak dinasti ke 18, orang Mesir menaruh mahkota pangeran pada istri yang mendampingi Amun, bukan pada anak raja. Putra mahkota menempati posisi perdana menteri. Posisi pendamping Amun diturunkan pada putri ratu atau istri raja berikutnya. Hatshepsut mengambil posisi itu dari istri Thutmosis I, sampai otoritas terkumpul di tangannya sebelum ia mengklaim singgasana. Setelah mengambil peran penuh sebagai raja, baru ia melepas posisi itu pada Neferure, putrinya.

PEMBUATAN DAN PENEMUAN KUIL

Kompleks kuil Karnak dilihat dari atas.

 
Kompleks kuil Karnak dilihat dari atas.

Kuil Amun terletak di timur sungai Thebes. Ke arah timur area Montu, reruntuhan bangunan yang dibangun Thutmosis I, telah digali. Ditemukan sebuah stasiun, ruang gudang dan bengkel di situ. Reruntuhan tertua di utara situs merupakan perkampungan, dengan rumah-rumah, lumbung dan bengkel dari bata. Ratusan patung dewi Sekhmet yang dibuat Amenhotep III disimpan di museum, beberapa masih di situs, mungkin dipindahkan dari kamar jenazah raja di sisi barat. Sejumlah blok dari bangunan lebih awal ditemukan, dipakai ulang pada kolom raksasa hingga menyerupai festival jalanan ; dimulai Senwosret I, kapel putih, kuil Amenhotep I dan II, Hatshepsut, kuil merah, dan serambi pilar Thutmosis IV.

Danau Suci, Karnak.
 


( foto by Faisal Zulkarnaen ).

Pembuatan kuil Amun dimulai dengan memindahkan batu lewat sungai. Masa berikutnya, batu lebih kecil digunakan sehingga seorang bisa membawanya. Puluhan ribu batu-batu ini bersama pasir terbaik diangkut dari Gebel el-Silsila, 100 km selatan Thebes ke lokasi Amun. Blok-blok kecil dipasang di kuil matahari, sebagian dipecah lagi untuk pengisi, fondasi dan kolom-kolom. Pemasangan batu, seperti ditampilkan pada relief ; firaun mengangkatnya dengan satu tali terikat ke ujung atasnya. Relief tsb bisa jadi hanya simbol, tetapi mungkin juga pemancangan kolom-kolom raksasa dilakukan dengan cara ini dengan beberapa ratus orang menarik bersama-sama. Meski situs Karnak ini sudah ditemukan sejak tahun 1903, bagian timur dan selatan kuil serta dan danau suci masih belum terungkap.

JEJAK PEWARIS DAN PEMBANGUN
Deretan patung fir'aun yang membangun kuil Karnak.


Deretan patung fir'aun yang membangun kuil Karnak.

Masyarakat Mesir kuno memuja banyak dewa ( polytheisme ). Ada dewa Osiris, Isis, Aris, Thot, Anubis, Apis, Amun-Ra ( dewa bulan-matahari ) yang diringkas menjadi Amun. Untuk memuja Amun didirikan obelisk, tiang batu melancip, yang sekaligus berfungsi merekam jejak peristiwa.

Di Karnak, pendeta ketua mengakui raja sebagai putra kesayangan Amun, raja semua dewa. Upacara pengangkatan raja dan hari peringatan digelar di sini. Masa Ramses, lebih 80.000 pekerja dikerahkan untuk mendukung kemegahan perhelatan di kuil Amun. Kuil ini juga berfungsi sebagai pusat administrasi dari banyak lahan pertanian di sana.

Kuil Karnak panjangnya ± 433 meter (1300 kaki), kolomnya setinggi ± 23,5 meter berdiameter ± 6,6 meter sebanyak ± 134 buah. Tembok, tiang dan pintu gerbang dipenuhi dengan lukisan dan tulisan yang menceritakan pemerintahan dan pertempuran raja. Kompleks pemujaan ini terdiri tiga kuil utama ( Mut, Montu, Amun ), diapit ± 20 kuil dan kapel kecil di sekitarnya, dan beberapa kuil luar hingga tiga kilometer utara Luxor. Kuil yang dulu disebut Ipet-Sut ( artinya tersuci dari semuanya ) tegak menjulang di atas tanah seluas 100 hektar. Ketiga kuil banyak dilingkupi tembok bata. Di utara halaman pertama ada museum terbuka, di seberangnya ada Danau Suci.



Denah kuil Karnak, Mesir.

Hall antar kolom menggiring pengunjung ke tempat tersuci, area Amun, yang berada di pusat kompleks. Dari sini melalui lorong berkepala sphinx menuju ke kuil Luxor, dengan kanal ke sungai Nil. Ada lapangan dikelilingi kolom ( tiang ) dan patung fir’aun berukuran raksasa. Persidangan atas terdakwa perampok kubur masa pemerintahan Amenhotep III dilaksanakan di kuil Ma’at, belakang kuil Montu. Hall hypostyle didesain begitu dramatis. Salah satu adikarya terbesar di dunia arsitektur. Hypostyle ( artinya beristirahat di antara kolom ) sejatinya hutan batu buatan tangan. Memisahkan halaman terbuka dari tempat suci, dimana perayaan dan upacara diadakan, yang hanya boleh dilalui raja dan pendeta. Rakyat jelata dilarang masuk. Jalur prosesi melewati hypostyle adalah jalur persiapan dari dunia ini ke dunia berikutnya.

Pada masa pemerintahan Ramses III, lebih dari dua pertiga harta Thebes milik kuil Amun, terbukti dengan wujud kuil Karnak yang menakjubkan. Meski tak sedikit yang hancur, tak ada situs di Mesir yang mengesankan melebihi Karnak. Kuil Amun di Karnak merupakan kompleks kuil terbesar dan terindah yang pernah dibangun oleh tangan manusia. Gabungan prestasi sejumlah generasi pembangun kuno.

KEKAYAAN PEMBANGUNAN

Deretan spinx, penjaga kuil.


Deretan spinx, penjaga kuil.

menjadikannya lembah subur sejauh 15 sampai 50 kilometer, sehingga dikatakan Nil berkah bagi Mesir. Lembah subur ini menjelma menjadi pertanian yang menjamin kehidupan masyarakat Mesir. Didukung irigasi, saluran, terusan dan waduk yang dikelola para tuan tanah, melimpahlah hasil panen gandum, jamawut, jagung dsb.

Selain mengairi tanaman dan keperluan harian penduduk, sungai Nil juga dimanfaatkan sebagai sarana transportasi dagang dengan bangsa Funisia, Mesopotamia dan Yunani. Terbentuklah komunitas desa dengan kerajaan kecil. Awal 4000 SM menjadi kerajaan Mesir Hilir dan Mesir Hulu. Tahun 3400 SM Menes menyatukannya, menjadi kerajaan Mesir yang besar. Raja berkuasa mutlak ; mengklaim seluruh tanah kerajaan, mewajibkan pajak bagi rakyat pengelolanya, membuat undang-undang sekaligus penguasa pengadilan. Firaun juga panglima perang, yang di saat damai bisa memerintahkan tentaranya membangun kanal dan jalan raya. Ya, seperti dwifungsi TNI.

Wilayah di luar sungai Nil berupa gurun pasir yang luas yang jarang dituruni hujan hingga berbulan-bulan. Lembah Nil yang sempit memanjang tak mungkin membentuk unit kependudukan di sekitar sungai berkembang banyak, menjadi kota besar. Dengan kartu truf ini, fir’aun leluasa mendominasi rakyatnya. Sejak fir’aun Menes, Mesir diperintah 30 dinasti yang berbeda ; Kerajaan Mesir Tua yang berpusat di Memphis, Mesir Tengah di Awaris dan Mesir Baru di Thebes.

Raja terbesar kerajaan Mesir Baru adalah fir’aun Thutmosis III. Negara yang tunduk padanya diantaranya Babylonia, Assyria, Cyprus. Cengkeramannya di timur sampai Syria, di selatan sampai Nubia ( Ethiopia ), di barat sampai Lybia dan di utara sampai pulau Kreta dan Sisilia. ‘Napoleon dari Mesir’ inilah yang memerintahkan pembangunan kuil Amun di Karnak dan Luxor.

MESIR SEKARANG

 Salah satu kolom raksasa penyangga kuil.

Karena dikepung gurun pasir yang luas ( 99,4 % ), sejak dulu bangsa Mesir terbiasa menutup diri dari peristiwa luar dan pembaruan agama. Struktur masyarakat, hubungan rakyat dengan kerajaan terus berlangsung konservatif selama berabad-abad. Mesir di milineum kedua sekarang, beribukota di Kairo dan 90 % penduduknya memeluk Islam. Wilayah seluas 997.739 km² di 30°2′ LU 31°13′ BT ini populasinya lebih 76 juta jiwa, terpadat Afrika. Mesir diakui secara luas sebagai pusat budaya dan politik di wilayah Arab dan Timur Tengah, di mana tersimpan sekitar 65% artefak kuno dunia. Mesir adalah negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia.

Sekarang Kuil Karnak dibuka untuk umum dari pukul 6.30 sampai 17.30 pada musim dingin dan 6 sampai 18.00 selama musim panas. Museumnya berisi koleksi patung yang ditemukan di seluruh penjuru situs. Perlu setengah hari untuk berjalan sekitar kawasan Karnak dan perlu bertahun-tahun untuk mengenalinya dengan baik. Ada pertunjukan suara dan cahaya di Karnak, yang diawali pengantar sejarah, kelahiran kota besar Thebes dan pemancangan kuil Karnak. Pertunjukan mengisahkan prestasi beberapa firaun besar, dengan deskripsi megah nan puitis.

Di bidang arsitektur, pengalaman ruang di kuil Amun diterapkan perancang Sydney Opera House, Jorn Utzon pada kompleks sidang Kuwait (1972 ). Setelah intuisinya mencatat reaksi visual Karnak dan sekelilingnya, Jørn membuat kolom raksasa yang mendominasi lobi, menopang balok menggantung, dibentuk bak kanopi dari kanvas. Menduplikasi keindahan Amun di alam modern.

Sayangnya, dalam ranah kepemimpinan, setelah Hatshepsut ( dinasti 18 ), Cleopatra VII ( dinasti Ptolemeus, Yunani ), tak ada lagi perempuan yang melanjutkan rintisan Ratu Sobekneferu ( dinasti 12 ). Tradisi pria memimpin tetap kokoh di Mesir. Yang melegakan, Sang Pencipta sejati membuka surganya sama lebar bagi pria maupun wanita, pemimpin atau rakyat jelata, asal mengikuti jalan-Nya, melakukan kebajikan yang banyak. Fair, bukan ?
 
Sumber :
( A.Savitri / peminat arsitektur kota )
Website : http://anisavitri.files.wordpress.com/

Rabu, 20 Januari 2010

Sejarah Pembuatan Pinsil di Dunia

Sejarah Pembuatan Pensil Di Dunia



Definisi
Pensil adalah alat tulis dan lukis yang awalnya terbuat dari grafit murni. Penulisan dilakukan dengan menggoreskan grafit tersebut ke atas media. Namun grafit murni cenderung mudah patah, terlalu lembut, memberikan efek kotor saat media bergesekan dengan tangan, dan mengotori tangan saat dipegang. Karena itu kemudian diciptakan campuran grafit dengan tanah liat agar komposisinya lebih keras. Selanjutnya komposisi campuran ini dibalut dengan kertas atau kayu.

Sejarah
Penggunaan timbal dan grafit sudah dimulai sejak zaman Yunani. Keduanya memberikan efek goresan abu-abu, walaupun grafit sedikit lebih hitam. Grafit sangat jarang dipakai hingga kemudian pada tahun 1564 ditemukan kandungan grafit murni dalam jumlah besar di Borrowdale, sebuah lembah di Lake District, Inggris bagian utara. Meskipun kelihatan seperti batu bara, mineral tersebut tidak dapat terbakar, dan meninggalkan bekas berwarna hitam mengilap, serta mudah dihapus di atas permukaan yang bisa ditulisi. Pada masa ini istilah grafit masih disalahartikan dengan timah, timah hitam, dan plumbago, artinya “seperti timah” mengingat sifatnya yang hampir sama. Karena itu istilah lead pencil (pensil timah) masih digunakan sampai sekarang. Karena teksturnya berminyak, bongkahan dibungkus dengan kulit domba atau potongan kecil timah berbentuktongkat dibebat dengan tali. Tidak seorang pun tahu siapa yang mula-mula mempunyai ide untuk memasukkan timah hitam ke dalam wadah kayu, tetapi pada tahun 1560-an, pensil yang primitif sudah sampai di benua Eropa.

Tak lama kemudian, timah hitam ditambang dan diekspor untuk memenuhi permintaan para seniman; dan pada abad ke-17, bisa dikatakan timah hitam telah digunakan di mana-mana. Pada waktu yang sama, para pembuat pensil bereksperimen dengan timah hitam untuk menghasilkan alat tulis yang lebih baik. Karena murni serta mudah diekstrak, timah hitam dari Borrowdale menjadi incaran pencuri dan pedagang gelap. Untuk mengatasinya, Parlemen Inggris mengeluarkan undang-undang pada tahun 1752 yang menetapkan bahwa pencuri timah hitam bisa dipenjarakan atau dibuang ke suatu koloni narapidana.

Namun pada tahun 1779, seorang ahli kimia Carl W. Scheele meneliti dan menyimpulkan bahwa grafit memiliki sifat kimiawi yang jauh berbeda dengan timbal. Grafit adalah komposisi molekul karbon murni yang lunak. Akhirnya pada tahun 1789, ahli Geologi Jerman, Abraham G. Werner memberikan nama grafit, yang berasal dari perkataan Yunani graphein, yang berarti menulis. Jadi, isi pensil bukan timah.

Perkembangan Pensil
Selama bertahun-tahun, grafit Inggris memonopoli industri pembuatan pensil karena cukup murni untuk digunakan tanpa perlu diproses lagi. Karena grafit Eropa kurang bermutu, pabrik-pabrik pensil di sana bereksperimen dengan berbagai cara untuk memperbaiki isi pensil. Insinyur Prancis Nicolas-Jacques Conté mencampur bubuk grafit dengan tanah liat, membentuk campuran itu menjadi batang-batang, dan membakarnya dalam perapian. Dengan mengubah-ubah perbandingan grafit terhadap tanah liat, ia bisa membuat isi pensil yang menghasilkan berbagai gradasi warna hitam—proses yang digunakan sampai sekarang.

Pada abad ke-19, pembuatan pembuatan pensil menjadi bisnis besar. Grafit ditemukan di beberapa tempat, termasuk Siberia, Jerman, dan yang sekarang disebut Republik Ceko. Di Jerman dan kemudian di Amerika Serikat, sejumlah pabrik dibuka. Mekanisasi dan produksi massal menekan harga, dan pada awal abad ke-20, bahkan anak-anak sekolah menggunakan pensil.

Awalnya pensil grafit diberi balutan kertas yang dirobek sesuai keinginan pemakainya. Namun kemudian ditemukan cara lebih praktis dan efisien dengan menyelimuti seluruh batang grafit dengan dua bilah kayu yang ditoreh untuk menyediakan tempat bagi batang grafit dan kemudian disatukan. Rautan pensil sebagai pelengkap alat tulis Peraut mekanis mempermudah pengguna saat meraut pensil

Grafit murni mungkin lebih disukai seniman karena karakteristiknya yang lebih lugas. Namun untuk penggunaan sehari-hari, diperlukan grafit yang berkualitas lebih rendah agar lebih fleksibel. Pada tahun 1795, ahli kimia Perancis, Nicolas Jacques Conté, menemukan cara mencampur grafit dengan tanah liat agar dihasilkan pensil yang lebih baik dan praktis. Salah satu produk turunannya adalah pensil Konte.

Pada 30 Maret 1858 Hymen Lipman dari Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat mematenkan pensil dengan ujung penghapus. Namun kemudian paten ini dibatalkan dengan alasan sebanenarnya tidak ada penemuan hal baru dari pensil tersebut. Peraut mekanik ditemukan pada tahun 1880 dan dengan cepat menjadi sangat populer.

Pemrosesan Modern
Pensil di era modern dibuat dengan menghancurkan grafit murni dan tanah liat menjadi bentuk bubuk. Campuran ini kemudian diberi air, dianginkan, dan kemudian dibakar selama tiga hari. Kemudian isi pensil yang telah dicetak menjadi bentuk yang panjang dan tipis dilapisi dengan kayu halus. Awalnya pensil lebih banyak dibuat dalam bentuk persegi karena keterbatasan mesin produksi. Namun di era modern, lebih banyak ditemui bentuk bulat yang lebih nyaman digenggam. Meskipun demikian, tetap banyak yang menggemari bentuk pensil bersudut karena memberi pegangan yang lebih kuat dan mudah dikontrol saat menulis.

Karakteristik
Berbeda dengan pena, pensil cenderung memberikan kesan abu-abu dan warna yang lemah dan pecah dibandingan dengan pena yang memberikan warna yang padat dan tajam. Pensil juga lebih mudah dihapus dibandingkan pena. Beberapa pensil disertai dengan penghapus untuk alasan kepraktisan. Pensil seperti ini sangat disukai pelajar. Namun kebanyakan seniman profesional yang mengutamakan mutu akan lebih menyukai pensil tanpa penghapus, mengingat penghapus ini diragukan mutunya dan frekuensi menghapus yang lebih besar akan membuat penghapus yang terlalu kecil akan cepat terbuang sia-sia.

Identitas
Pensil dibedakan menurut komposisi . Huruf B menginformasikan ketebalan (boldness), yang berarti kandungan grafitnya lebih banyak. Sementara huruf H menginformasikan kekerasan komposisi leadnya, yang berarti kandungan tanah liatnya lebih banyak. Pensil dengan tanda F berarti komposisinya sangat tepat untuk diraut hingga keruncingan maksimal. Sementara angka di depan huruf memperlihatkan tingkat ketebalan atau kekerasan komposisi suatu pensil. Misalnya 2H akan lebih keras daripada H, atau 2B akan lebih lembut dan tebal dibandingkan B. HB berarti pensil memiliki kedua sifat keras dan tebal.

Warna pensil memperlihatkan area produksinya. Pabrik-pabrik di Amerika Utara memberi warna kuning, Jerman dan Brasil memberi warna hijau. India dan beberapa wilayah Asia memberi warna hitam dan merah. Swiss memberi warna merah. Sedangkan Inggris memberi warna kuning dan hitam. Kebanyakan standardisasi warna ini diciptakan produsen Faber-Castell[rujukan?]. Namun banyak pula produsen yang tidak mengikuti standar ini.

Pensil Modern
Pensil sekarang adalah alat tuilis dan gambar yang canggih sekaligus serbaguna, yang setiap tahun diproduksi di seluruh dunia hingga milliaran batang. Pensil biasa dapat membuat garis sepanjang 60 kilometer dan menulis 45.000 kata. Isi pensil mekanis, yang tangkainya dari logam atau plastik, tidak perlu diraut. Sebagai ganti grafit, pensil berwarna berisi bahan pewarna dan pigmen dalam puluhan warna.


Sejarah Pembuatan Baju Anti Peluru


Sejarah Pembuatan Baju Anti Peluru
Baju Anti Peluru pada prinsip awalnya telah lama dikembangkan semenjak abad pertengahan. Dimulai dari ksatria (knight) dengan jubah besinya, yang dapat mengurangi luka tusukan pedang atau luka bidikan panah.








Sayangnya dengan perkembangan senjata api, perlindungan tersebut menjadi tidak berguna.
Baju anti peluru (bullet proof vest) atau baju balistik (ballistic vest) ??







Baju "anti peluru" dibedakan menjadi dua, yaitu Soft Body Armor dan Hard Body Armor.
 

Soft body armor

Gambar: Bulletproff_vest

 
Dalam tugas keseharian atau dalam tugas penyamaran (undercover) polisi/detektiv lebih mengutamakan baju anti peluru yang ringan.
 



Gambar: ballistic_vest (didesain untuk warga sipil / penyamaran)

Soft body armor umumnya sekarang terbuat dari serat aramid (aramid fibres).



Gambar: ikatan molekul aramid

Gambar: Anyaman serat ini umumnya dikenal dipasaran dengan nama Kevlar 




Satu lapisan Kevlar tebalnya kurang dari 1 mm , umumnya standar baju terdiri hingga 32 lapisan dan beratnya bisa mencapai 10 kg.

Aramid (Kevlar)

Material ini ditemukan tahun 1964, oleh Stephanie Kwolek, seorang ahli kimia berkebangsaan Amerika, yang bekerja sebagai peneliti pada perusahaan DuPont.



Gambar: Stephanie Kwolek

Aramid adalah kependekan dari kata aromatic polyamide. Aramid memiliki struktur yang kuat, alot (tough), memiliki sifat peredam yang bagus (vibration damping) , tahan terhadap asam (acid) dan basa (leach) dan selain itu dapat menahan panas hingga 370°C, sehingga tidak mudah terbakar.


Karena sifatnya yang demikian, aramid juga digunakan di bidang pesawat terbang, tank, dan antariksa (roket).Produk yang dipasarkan dikenal dengan nama Kevlar. Kevlar memiliki berat yang ringan, tapi 5 kali lebih kuat dibandingkan besi.



Prinsip Kerja Baju Anti Peluru
Prinsip kerjanya adalah dengan mengurangi sebanyak mungkin lontaran energi kinetik peluru, dengan cara menggunakan lapisan-lapisan kevlar untuk menyerap energi laju tersebut dan memecahnya kepenampang baju yang luas, sehingga energi tersebut tidak cukup lagi untuk membuat peluru dapat menembus baju.

Dalam menyerap laju energi peluru, baju (kevlar) mengalami deformasi yang menekan ke arah dalam (shock wave), tekanan kedalam ini akan diteruskan sehingga mengenai tubuh pengguna.


Batas maksimal penekanan kedalam tidak boleh lebih dari 4,4 cm (44 mm).
Jika batasan tersebut dilewati, maka pengguna baju akan mengalami luka dalam (internal organs injuries), yang tentunya akan membahayakan keselamatan jiwa.



Lihat gambar dibawah.




Analoginya seperti laju bola yang dapat ditahan oleh jaring gawang. Jaring gawang terdiri dari rangkaian tali yang saling terhubung satu sama lain. Apabila bola tertangkap oleh jaring gawang, maka energi laju (kinetik) bola tersebut akan diserap oleh jaring gawang, yang menyebabkan tali disekitarnya bertambah panjang (extend) dan kemudian tekanan (tarikan) tali akan dialirkan ke tiang gawang.


Gambar diatas menunjukan bahwa anggapan pemakai baju anti peluru dapat terhindar sepenuhnya dari cidera yang dihasilkan oleh tembakan adalah salah !
Perlu ditekankan sekali lagi, bahwa fungsi utama baju anti peluru hanyalah untuk menahan peluru!! Sehingga peluru tidak sampai masuk kedalam tubuh pemakai baju, yang dapat menyebabkan kematian.


Tidak jarang akibat "tekanan" yang ditimbulkan peluru tadi, pemakai baju akan menderita luka memar (blunt force trauma) hingga patah tulang.



Tentunya cidera juga tergantung dari jenis baju yang digunakan. Ini menunjukkan bahwa istilah baju/ rompi anti peluru (bullet proof vest) tidaklah tepat, istilah yang benar adalah baju/ rompi balistik (ballistic vest) !


Hard Body Armor




Dengan menambahi soft body armor dengan lapisan tertentu, dapat dihasilkan hard body armor.
Umumnya lapisan terbuat dari keramik ( Al2O3 " Alumina"), lempengan logam atau komposit.
Bentuknya yang tebal dan berat menjadikannya tidak comfort, hingga jarang dikenakan dalam tugas keseharian. Hanya dalam tugas khusus yang beresiko tinggi, seperti operasi militer atau operasi tim SWAT akan dikenakan.



Gambar: rincian baju anti peluru (hard body armor)


Gambar: Hard body armor



Tergantung lapisan yang dikenakan akan mempengaruhi tingkatan (level) body armor.
Level Baju Balistik


Standar baju balistik yang paling banyak digunakan adalah standar NIJ (National Institute of Justice) Amerika. Berdasarkan standar ini, baju balistik dibagi menjadi beberapa tingkatan (level), yaitu level I, II-A, II, III-A, III, dan IV. Level I adalah tingkatan yang terendah, baju hanya dapat menahan peluru yang berkaliber (berdiameter) kecil.
Lengkapnya lihat gambar dibawah.


Gambar: tingakatan kemampuan baju balistik



Gambar: tingkatan kemampuan perlindungan terhadap terjangan peluru



Gambar: Level II Vest (5-YEARS-OLD) Shot from 18" (46 cm)



Mulai level III baju akan dilengkapi dengan lempengan besi, sehingga mampu untuk menahan shotgun!!


Gambar: Lempengan besi depan (kiri) dan belakang (kanan)




Gambar: Polster dari sejenis plastik (polymer) untuk mengurangi efek "tekanan"(shock wave) peluru.



Gambar: Efek "tekanan" yang dihasilkan peluru, kiri baju tanpa polster, kanan baju dengan polster.



Dengan menggunakan material yang sekarang, makin tinggi tingkat keamanan yang diberikan (makin tinggi level), maka akan semakin tebal dan berat baju yang harus dikenakan. Ini tentunya merupakan kekurangan dari material tersebut.
Atas dasar ini, pihak ilmuwan dan militer masih mengembangkan material baru yang lebih ringan dan juga lebih kuat.


Material Lain
Selain kevlar, material lain yang tengah dikembangkan adalah:


Vestran
Vectran adalah polymer kristal cair (liquid crystal polymer). Seratnya memiliki kekuatan hingga dua kali lipat dibandingkan dengan kevlar.


Gambar: vectran


Benang Laba-laba (Spider Silk)


Gambar: laba-laba dan jaring


Benang laba-laba terdiri dari ikatan molekul protein yang panjang. Benang ini tidak hanya memiliki kemampuan dapat menahan beban yang ekstrem, tapi juga sekaligus memiliki sifat elastis yang sangat tinggi, hingga kalau ditarik dapat memanjang sebanyak 40%.
Sifat elastis ini berasal dari butiran-butiran cairan kecil yang terdapat pada benang, yang kalau dilihat bentuknya seperti kalung mutiara atau tasbih.
Gambar: jaring laba-laba
Setiap butiran ini didalamnya memiliki reserve benang, bila ada mangsa yang terjatuh kedalam jaring laba-laba, benang dalam butiran ini akan otomatis tertarik keluar, sehingga jaring tidak akan putus!!


Gambar: Ikatan molekul benang laba-laba.


Gambar: Struktur benang laba-laba 


Kanada
Di Kanada perusahaan yang bergerak dalam bidang bioteknologi Nexia dan militer Amerika telah berhasil mensintesa benang laba-laba dari susu kambing. Kambing sebelumnya dimanipulasi (transgenic) dengan genetik laba-laba, sehingga susu yang dihasilkannya mengandung protein benang laba-laba. Dalam satu liternya terdapat 1-2 gram protein benang.


Setelah diolah (wet spinning) dapat dihasilkan benang dengan ukuran diamater 10-60 mikro meter, replika ini tentunya masih jauh lebih besar dari benang laba-laba asli yang memiliki diameter 2,5-4 mikro meter.
Benang laba-laba sintesis ini dinamakan biosteel.
 

Jerman
Di Jerman, Dr.Thomas Scheibel peneliti dari Universitas Munich (Technischen Universität München) berhasil sebagai orang pertama di dunia yang dapat memecahkan informasi yang terkandung dalam kode genetik benang laba-laba, sehingga benang dapat diproduksi secara labor (buatan).


Dengan memanipulasi genetik bakteri (satu liter cairan bakteri), dapat dihasilkan satu gram bahan pembuat benang (serbuk). Proses ini membutuhkan waktu berhari-hari. Benang laba-laba ini dibuktikan hingga lima kali lebih kuat dari kevlar (20 kali lebih kuat dari benang baja) dan tentunya juga lebih ringan.


Negara Jerman juga telah berhasil membuat mesin perajut benang laba-laba, kemungkinan besar dalam beberapa tahun mendatang, akan terdapat dipasaran baju balistik yang terbuat dari benang laba-laba.

Senin, 18 Januari 2010

Periode protosejarah


Periode protosejarah
Kontak dengan dunia luar diketahui dari catatan-catatan yang ditulis orang Tiongkok hingga Yunani, yang sangat sedikit. Dari sana diketahui bahwa telah terdapat masyarakat yang berdagang dengan mereka. Objek perdagangan terutama adalah hasil hutan atau kebun, seperti berbagai rempah-rempah, seperti lada, gaharu, cendana, pala, kemenyan, serta gambir, dan juga emas dan perak.


Titik-titik perdagangan telah tumbuh, dipimpin oleh semacam penguasa yang dipilih oleh warga atau diwarisi secara turun-temurun. Catatan Tiongkok menyebutkan bahwa pada abad-abad pertama masehi diketahui ada masyarakat beragama Buddha, Hindu, serta animisme.


Temuan-temuan arkeologi dari beberapa ratus tahun sebelum masehi hingga periode Hindu-Buddha menunjukkan masih meluasnya budaya Megalitikum, bersamaan dengan budaya Perundagian. Catatan Arab menyebutkan pedagang-pedagang dari timur berlayar hingga pantai timur Afrika. Peta Ptolemeus, penduduk Aleksandria, menuliskan Chersonesos aurea ("Semenanjung Emas") untuk wilayah yang kemungkinan adalah Semenanjung Malaya atau Pulau Sumatera.

Minggu, 17 Januari 2010

Arkeologi Sejarah

Arkeologi



Zaman Batu
Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang. Zaman batu ini dapat dibagi lagi atas:


Zaman batu tua (Paleolitikum)
Zaman batu tua (palaeolitikum), Disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis. Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya periode ini disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat sederhana. Pendukung kebudayaan ini adalah Homo Erectus yang terdiri.


Zaman batu tengah (mesolitikum)
Pada Zaman batu tengah (mesolitikum), alat-alat batu zaman ini sebagian sudah dihaluskan terutama bagian yang dipergunakan. Tembikar juga sudah dikenal. Periode ini juga disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat lanjut. Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens (manusia sekarang), yaitu ras Austromelanosoide (mayoritas) dan Mongoloide (minoritas).


Zaman batu baru (Neolitikum)
Alat-alat batu buatan manusia Zaman batu baru (Neolithicum) sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. Di samping tembikar tenun dan batik juga sudah dikenal. Periode ini disebut masa bercocok tanam. Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens dengan ras Mongoloide (mayoritas) dan ras Austromelanosoide (minoritas).


Zaman Logam
Pada zaman Logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di samping alat-alat dari batu. Orang sudah mengenal teknik melebur logam, mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkannya. Teknik pembuatan alat logam ada dua macam, yaitu dengan cetakan batu yang disebut bivalve dan dengan cetakan tanah liat dan lilin yang disebut acire perdue. Periode ini juga disebut masa perundagian karena dalam masyarakat timbul golongan undagi yang terampil melakukan pekerjaan tangan.


Zaman logam ini dibagi atas:


Zaman tembaga
Orang menggunakan tembaga sebagai alat kebudayaan. Alat kebudayaan ini hanya dikenal di beberapa bagian dunia saja. Di Asia Tenggara (termasuk Indonesia) tidak dikenal istilah zaman tembaga.


Zaman perunggu
Pada zaman ini orang sudah dapat mencampur tembaga dengan timah dengan perbandingan 3 : 10 sehingga diperoleh logam yang lebih keras.


Zaman besi
Pada zaman ini orang sudah dapat melebur besi dari bijinya untuk dituang menjadi alat-alat yang diperlukan. Teknik peleburan besi lebih sulit dari teknik peleburan tembaga maupun perunggu sebab melebur besi membutuhkan panas yang sangat tinggi, yaitu ±3500 °C.


Zaman logam di Indonesia didominasi oleh alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam juga disebut zaman perunggu. Alat-alat besi yang ditemukan pada zaman logam jumlahnya sedikit dan bentuknya seperti alat-alat perunggu, sebab kebanyakan alat-alat besi, ditemukan pada zaman sejarah.
Antara zaman neolithicum dan zaman logam telah berkembang kebudayaan megalithicum, yaitu kebudayaan yang menggunakan media batu-batu besar sebagai alatnya, bahkan puncak kebudayaan megalithicum justru pada zaman logam.




Rabu, 30 Desember 2009

Tujuh Keajaiban Dunia

Tujuh Keajaiban Dunia biasanya menunjuk ke Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Pencetus awal daftar ini adalah Antipater Sidon, yang membuat daftar struktur dalam sebuah puisi (sekitar 140 SM). 




"Aku telah melihat tembok Babilonia yang agung yang di atasnya terbentang jalanan untuk kereta-kereta perang, dan patung Zeus di Alfeus, dan taman-taman gantung, dan Kolosus Matahari, dan karya besar yang membangun piramida-piramida tinggi, serta kuburan yang besar dari Mausolus; namun ketika aku melihat rumah Artemis yang menjulang ke awan-awan, yang lain itu semuanya kehilangan keindahannya, dan aku berkata, 'Tengoklah, selain Olympus, Matahari tidak pernah lagi melihat apapun yang sedemikian agung.'" (Antipater, Greek Anthology IX.58)

Sejarawan Herodotus, orang pintar Callimachus dari Kirene (kira-kira 305 SM - 240 SM), teknisi Filon dari Bizantium telah membuat daftar yang lebih awal namun tulisan-tulisan ini tidak ada yang terselamatkan, kecuali hanya sebagai referensi.

Enam set Tujuh Kejaiban
Ada beberapa pertentangan di antara sumber mengenai Tujuh Keajaiban Dunia, dan dengan alasan yang cukup baik. Setiap zaman telah menambah beberapa pencapaian dan penemuan, memberikan kita banyak keajaiban untuk dilihat dan dikagumi. Banyak orang beranggapan ada enam set Keajaiban Dunia.


   1. Keajaiban Dunia Kuno
   2. Keajaiban Dunia Pertengahan
   3. Keajaiban Dunia Alami
   4. Keajaiban Dunia Bawah Air
   5. Keajaiban Dunia Modern
   6. Keajaiban Dunia Baru


Sumber : Wikipedia Indonesia

Selasa, 08 Desember 2009

Belajar dari sejarah


Sejarah adalah topik ilmu pengetahuan yang sangat menarik. Tak hanya itu, sejarah juga mengajarkan hal-hal yang sangat penting, terutama mengenai: keberhasilan dan kegagalan dari para pemimpin kita, sistem perekonomian yang pernah ada, bentuk-bentuk pemerintahan, dan hal-hal penting lainnya dalam kehidupan manusia sepanjang sejarah. Dari sejarah, kita dapat mempelajari apa saja yang mempengaruhi kemajuan dan kejatuhan sebuah negara atau sebuah peradaban. Kita juga dapat mempelajari latar belakang alasan kegiatan politik, pengaruh dari filsafat sosial, serta sudut pandang budaya dan teknologi yang bermacam-macam, sepanjang zaman. 

Salah satu kutipan yang paling terkenal mengenai sejarah dan pentingnya kita belajar mengenai sejarah ditulis oleh seorang filsuf dari Spanyol, George Santayana. Katanya: "Mereka yang tidak mengenal masa lalunya, dikutuk untuk mengulanginya."



Filsuf dari Jerman, Georg Wilhelm Friedrich Hegel mengemukakan dalam pemikirannya tentang sejarah: "Inilah yang diajarkan oleh sejarah dan pengalaman: bahwa manusia dan pemerintahan tidak pernah belajar apa pun dari sejarah atau prinsip-prinsip yang didapat darinya." Kalimat ini diulang kembali oleh negarawan dari Inggris Raya, Winston Churchill, katanya: "Satu-satunya hal yang kita pelajari dari sejarah adalah bahwa kita tidak benar-benar belajar darinya."

Winston Churchill, yang juga mantan jurnalis dan seorang penulis memoar yang berpengaruh, pernah pula berkata "Sejarah akan baik padaku, karena aku akan menulisnya." Tetapi sepertinya, ia bukan secara literal merujuk pada karya tulisnya, tetapi sekadar mengulang sebuah kutipan mengenai filsafat sejarah yang terkenal: "Sejarah ditulis oleh sang pemenang." Maksudnya, seringkali pemenang sebuah konflik kemanusiaan menjadi lebih berkuasa dari taklukannya. Oleh karena itu, ia lebih mampu untuk meninggalkan jejak sejarah -- dan pemelesetan fakta sejarah -- sesuai dengan apa yang mereka rasa benar.
Pandangan yang lain lagi menyatakan bahwa kekuatan sejarah sangatlah besar sehingga tidak mungkin dapat diubah oleh usaha manusia. Atau, walaupun mungkin ada yang dapat mengubah jalannya sejarah, orang-orang yang berkuasa biasanya terlalu dipusingkan oleh masalahnya sendiri sehingga gagal melihat gambaran secara keseluruhan.

Masih ada pandangan lain lagi yang menyatakan bahwa sejarah tidak pernah berulang, karena setiap kejadian sejarah adalah unik. Dalam hal ini, ada banyak faktor yang menyebabkan berlangsungnya suatu kejadian sejarah; tidak mungkin seluruh faktor ini muncul dan terulang lagi. Maka, pengetahuan yang telah dimiliki mengenai suatu kejadian di masa lampau tidak dapat secara sempurna diterapkan untuk kejadian di masa sekarang. Tetapi banyak yang menganggap bahwa pandangan ini tidak sepenuhnya benar, karena pelajaran sejarah tetap dapat dan harus diambil dari setiap kejadian sejarah.
Apabila sebuah kesimpulan umum dapat dengan seksama diambil dari kejadian ini, maka kesimpulan ini dapat menjadi pelajaran yang penting. Misalnya: kinerja respon darurat bencana alam dapat terus dan harus ditingkatkan; walaupun setiap kejadian bencana alam memang, dengan sendirinya, unik.

Senin, 07 Desember 2009

Nusantara pada periode prasejarah


Nusantara pada periode prasejarah


Nusantara di Zaman Es akhir  pernah menjadi bagian dua daratan besar


Wilayah barat Nusantara moderen muncul kira-kira sekitar kala Pleistosen terhubung dengan Asia Daratan. Sebelumnya diperkirakan sebagian wilayahnya merupakan bagian dari dasar lautan. Daratan ini dinamakan Paparan Sunda ("Sundaland") oleh kalangan geologi. Batas timur daratan lama ini paralel dengan apa yang sekarang dikenal sebagai Garis Wallace.



Wilayah timur Nusantara, di sisi lain, secara geografis terhubung dengan Benua Australia dan berumur lebih tua sebagai daratan. Daratan ini dikenal sebagai Paparan Sahul dan merupakan bagian dari Lempeng Indo-Australia, yang pada gilirannya adalah bagian dari Benua Gondwana.



Di akhir Zaman Es terakhir (20.000-10.000 tahun yang lalu) suhu rata-rata bumi meningkat dan permukaan laut meningkat pesat. Sebagian besar Paparan Sunda tertutup lautan dan membentuk rangkaian perairan Selat Malaka, Laut Cina Selatan, Selat Karimata, dan Laut Jawa. Pada periode inilah terbentuk Semenanjung Malaya, Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, dan pulau-pulau di sekitarnya. Di timur, Pulau Irian dan Kepulauan Aru terpisah dari daratan utama Benua Australia. Kenaikan muka laut ini memaksa masyarakat penghuni wilayah ini saling terpisah dan mendorong terbentuknya masyarakat penghuni Nusantara moderen.



Tumbuhan, hewan dan hominid



Sejarah geologi Nusantara mempengaruhi flora dan fauna, termasuk makhluk mirip manusia yang pernah menghuni wilayah ini. Sebagian daratan Nusantara dulu merupakan dasar laut, seperti wilayah pantai selatan Jawa dan Nusa Tenggara. Aneka fosil hewan laut ditemukan di wilayah ini. Daerah ini dikenal sebagai daerah karst yang terbentuk dari endapan kapur terumbu karang purba.


Endapan batu bara di wilayah Sumatera dan Kalimantan memberi indikasi pernah adanya hutan dari masa Paleozoikum.


Laut dangkal di antara Sumatera, Jawa (termasuk Bali), dan Kalimantan, serta Laut Arafura dan Selat Torres adalah perairan muda yang baru mulai terbentuk kala berakhirnya Zaman Es terakhir (hingga 10.000 tahun sebelum era moderen). Inilah yang menyebabkan mengapa ada banyak kemiripan jenis tumbuhan dan hewan di antara ketiga pulau besar tersebut.


Flora dan fauna di ketiga pulau tersebut memiliki kesamaan dengan daratan Asia (Indocina, Semenanjung Malaya, dan Filipina). Harimau, gajah, tapir, kerbau, babi, badak, dan berbagai unggas yang hidup di Asia daratan banyak yang memiliki kerabat di ketiga pulau ini.


Makhluk mirip manusia (hominin) yang menghuni Nusantara yang diketahui adalah manusia Jawa. Fosil dari satu bagian tengkorak Pithecanthropus erectus ditemukan pada tahun 1891 oleh Eugene Dubois di Trinil, Kabupaten Ngawi. Sejak 1934, G.H.R. von Koenigswald beserta timnya menemukan serangkaian fosil hominin di lembah sepanjang Bengawan Solo, yaitu di Sangiran dan Ngandong serta di tepi Sungai Brantas di dekat Mojokerto. Para ahli paleontologi sekarang kebanyakan berpendapat bahwa semua fosil temuan dari Jawa adalah Homo erectus dan merupakan bentuk yang primitif. Semula diduga berumur 1.000.000 sampai 500.000 tahun (pengukuran karbon tidak memungkinkan), kini berdasarkan pengukuran radiometri terhadap mineral vulkanik pada lapisan penemuan diduga usianya lebih tua, yaitu 1,7-1,5 juta tahun


Homo sapiens moderen pertama masuk ke Nusantara diduga sekitar 100.000 tahun lalu, melalui India dan Indocina. Fosil Homo sapiens pertama di Jawa ditemukan oleh van Rietschoten (1889), anggota tim Dubois, di Wajak, dekat Campurdarat, Tulungagung, di tepian Sungai Brantas. Ia ditemukan bersamaan dengan tulang tapir, hewan yang pada masa kini tidak hidup di Jawa. Fosil Wajak dianggap bersamaan ras dengan fosil Gua Niah di Sarawak dan Gua Tabon di Pulau Palawan. Fosil Niah diperkirakan berusia 40.000-25.000 tahun (periode Pleistosen) dan menunjukkan ciri-ciri ras Australomelanesoid Mereka adalah pendukung budaya kapak perimbas (chopper) dan termasuk dalam kultur paleolitikum (Zaman Batu Tua).


Pengumuman pada tahun 2003 tentang penemuan Homo floresiensis yang dianggap sebagai spesies Homo primitif oleh para penemunya memantik perdebatan baru mengenai kemungkinan adanya spesies mirip manusia yang hidup dalam periode yang bersamaan dengan H. sapiens, karena hanya berusia 20.000-10.000 tahun sejak era moderen dan tidak terfosilisasi. Hal ini bertentangan dengan anggapan sebelumnya yang menyatakan bahwa hanya H. sapiens yang bertahan di Nusantara pada masa itu. Perdebatan ini belum tuntas, karena penentangnya menganggap H. floresiensis adalah H. sapiens yang menderita penyakit sehingga berukuran katai.


Migrasi manusia



Bukti-bukti Homo sapiens pertama diketahui dari tengkorak dan sisa-sisa tulang hominin di Wajak, Gua Niah (Serawak), serta temuan-temuan baru di Pegunungan Sewu sejak awal paruh kedua abad ke-20 hingga sekarang, membentang dari Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, hingga kawasan Teluk Pacitan, Kabupaten Pacitan. Temuan di Wajak, yang pertama kali ditemukan sulit ditentukan penanggalannya, namun fosil di Gua Niah menunjukkan usia sekitar 40.000 tahun yang lalu. Usia fosil utuh di Gua Braholo (Gunungkidul, ditemukan tahun 2002) dan Song (Gua) Keplek dan Terus (Pacitan) berusia lebih muda (sekitar 10.000 tahun sebelum era moderen atau tahun 0 Masehi). Pendugaan ini berasal dari bentuk perkakas yang ditemukan menyertainya.


Walaupun berasal dari masa budaya yang berbeda, fosil-fosil itu menunjukkan ciri-ciri Austromelanesoid, suatu subras dari ras Negroid yang sekarang dikenal sebagai penduduk asli Pulau Papua, Melanesia, dan Benua Australia. Teori mengenai asal-usul ras ini pertama kali dideskripsikan oleh Franz dan Paul Sarasin, dua sarjana bersaudara (sepupu satu sama lain) asal Swiss di akhir abad ke-19. Dalam kajiannya, mereka melihat kesamaan ciri antara orang Vedda yang menghuni Sri Lanka dengan beberapa penduduk asli berciri sama di Asia Tenggara kepulauan dan Australia.

Peninggalan masa prasejarah






Peninggalan masa prasejarah Nusantara diketahui dari berbagai temuan-temuan coretan/lukisan di dinding gua atau ceruk di tebing-tebing serta dari penggalian-penggalian pada situs-situs purbakala.


Beberapa lokasi penemuan sisa-sisa prasejarah Nusantara:
  •     Situs Gua Putri, Baturaja, Sumatera Selatan
  •     Lembah Sangiran, sekarang menjadi Taman Purbakala Sangiran
  •     Situs Purbakala Wajak, Tulungagung
  •     Liang Bua, Pulau Flores
  •     Gua Leang-leang, Sulawesi
  •     Situs Gua Perbukitan Sangkulirang, Kutai Timur
  •     Situs Pasemah di Lampung
  •     Situs Cipari, Kuningan, Jawa Barat
  •     Situs Goa Pawon, Bandung, Jawa Barat
  •     Situs Gunungpadang, Cianjur, Jawa Barat
  •     Situs Gilimanuk, Jembrana, Bali
  •     Situs Gua-gua Biak, Papua (40.000-30.000 SM)
  •     Situs Lukisan tepi pantai di Raja Ampat, Papua Barat
  •     Situs Tutari, Kabupaten Jayapura, (periode Megalitikum)
  •     Gua Babi di Gunung Batu Buli, desa Randu, Muara Uya, Tabalong